Tuesday, June 5, 2007

OLI BEKAS UNTUNGNYA ASIIK
Pengantar
Kebutuhan pelumas bekas di Indonesia cukup fantastik, hingga puluhan juta liter setahun. Ini jelas sebuah peluang usaha sekaligus pemberdayaan perekonomian masyarakat yang bisa dikembangkan hingga ke desa-desa diseluruh Indonesia.
Drajat oli bekas tampaknya akan terus meningkat. Jika sebelumnya cairan kotor ini hanya diminati para sindikat pemalsu oli dan para pembakar kapur, atau dibuang begitu saja, kini sejak ditemukan teknologi muktahir pemurnian oli bekas melalui proses lima tahap dari Mohawk-CEP (Kanada), pamor oli bekas sudah masuk kedalam jajaran industri skala besar.
Tak kurang PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI) yang memproduksi pelumas merk Pennzoil dan Evalube di Indonesia, contohnya menjadikan oli bekas sebagai tumpuan produksinya sebanyak 75 juta liter setahun. Suatu jumlah yang terbilang fantastis. Tapi itu wajar sebab sejak beroperasi 11 tahun lalu, WGI yang telah memproduksi 45 item pelumas berbagai keperluan seperti otomotif, industri, alat berat, dan perkapalan ini, WGI telah berhasil menempatkan dirinya pada peringkat teratas perusahaan pelumas swasta terbesar di Indonesia bahkan dikawasan Asia Pasifik.
Kiprah WGI sebagai perusahaan pemurnian pelumas yang mutu produknya diakui lembaga internasional seperti American Petroleum Institue (API) juga Lemigas jelas amat bergantung pada besar dan lancarnya pasokan pelumas sebagai salah satu bahan baku produknya. Paling tidak seperti dikemukakan Vice President / CEO WGI AP. Batubara, “Kebutuhan kami sangat besar”.
Sayangnya kendati secara tetap WGI dipasok Perhimpunan Pengumpul Pengelola dan Pengguna Minyak Pelumas Bekas (P4MPB) yang beranggotakan lebih dari 5.000 pengumpul oli bekas dari seluruh Indonesia kebutuhan WGI tetap saja belum terpenuhi. Dari seribu drum yang harus dipasok kepada WGI setiap hari 2.000 pengumpul yang tersebar di seluruh Jabodetabek menurut Bendahara P4MPB Bambang S. Santoso, “Baru mampu memasok 400 drum. Sisanya dari berbagai daerah, namun jumlahnya masih kecil.”

1 comment:

Unknown said...

Pak,

Bisa minta info alamat kantor
Perhimpunan Pengumpul Pengelola dan Pengguna Minyak Pelumas Bekas di Jakarta/Bekasi?

Kami ada rencana bangun pabrik pengolahan Oli Pelumas dari oli bekas, dengan partner dari luar.

Terima kasih.

Feriadi
(feriadi@gmail.com)